DI DEPAN TV One, dua orang tokoh mengkritik pers kita. Yang satu adalah seorang psikolog (Dr Sarlito) dan yang satu adalah tokoh “kelirulogi” Jaya Suprana.
Mengapa banyak terjadi kekerasan pada akhir-akhir ini? Sarlito (Dr Sarlito/Psikolog) menjawab, karena orang-orang yang Anda undang di forum ini. Mengapa media, termasuk TV, memfasilitasi penyebaran berita dan juga dialog yang justru bisa memprovokasi kekerasan?
Jaya Suprana memberi contoh, bahwa pers di AS saja, yang mempelopori kebebasan pers, pernah sepakat untuk tidak menyebarluaskan berita keberhasilan Jepang yang merugikan AS pada Perang Dunia II yang lalu. Kebebasan pers, sesungguhnya juga berarti kebebasan untuk tidak menyiarkan berita yang bisa merugikan dan tidak mendidik masyarakat…